Baru beberapa langakah menelusuri rel kereta di depan stasiun Senen, saya berjumpa dengan seorang ibu tua yang sedang merapikan kardus bersama suaminya. Seperti biasa, saat memasuki daerah baru untuk pertama kali, saya berusaha untuk berikap wajar, dan mencoba akrap dengan mereka.
Dengan memberi salam, "Permisi Bu." Suasana berubah menjadi lebih santai. Sampai Si Ibu menanyakan maksud saya ke tempat tersebut.
Saya katakan, "Ingin melihat-lihat tempat sini saja Bu."
"Oooo ..... Tapi kalau masuk kesana, hati-hati ya Nak!" Ibu itu menasihati.
"Hati-hati". Kata itu melekat kuat, apakah berita yang ada selama ini memang benar, tempat ini begitu rawan? Sugguhpun seperti itu, saya mencoba untuk memasuki tempat ini, Perkampungan Kumuh di sekitar Rel Kereta Api Senen.
Setelah berjalan lebih ke dalam, saya menjumpai tempat penangkaran merpati tinggi. Di tempat ini saya berhenti, melihat apa yang mereka kerjakan. Tetapi yang lebih utama, saya mencoba dekat dengan mereka, sampai saya merasa aman di tempat ini. Hampir satu jam saya di tempat ini, dari melihat-lihat, lebih mendekat ke mereka, kemudian mulai bertanya-tanya apa-apa saja yang mereka kerjakan. Bermain dengan anak-anak mereka, kemudian sampai saatnya untuk berkenalan. Untuk meyakinkan bahwa tempat ini sudah menjadi tempat yang aman bagi saya.
Sebuah potret kehidupan di daerah pinggiran yang sungguh menarik
Asyik juga petualangan "Sesaat...." beserta narasinya, ditambah dengan dokumentasi versi BW. Makasih banyak mas atas sharingnya
aduh mas ini keren banget bkn fotonya, seperti mewakili kehidupan mereka ni, ngomong2 ajarin foto bwnya dong
Wah, hebat approach n foto2nya, ini baru kunjungan pertama kan, nanti kunjungan kedua dan berikutnya ditunggu sharingnya Mas. Salute
24 TU untuk liputannya mas Dono...
Kagum sama pendekatannya. Daerah seperti itu kalau mau masuk memang perlu pendekatan yg baik2. Banyak dari mereka2 juga baik2 kok selama kita juga menghargai mereka.
Sekali lagi salut... =D> Mau juga sih ikutan kalau diajak.
wah..wah...wah..wah...maap ya mas klo kata wahnya kurang banyak,pegel ngetiknya,hehe..MANTAB mas..saya suka bgt human interest dan b&w,cuma nunggu momentnya itu yg ga sabar..apa pendekatannya kekomunitas disitu mudah mas?pake acara dipalak dulu ga?hehe..
aku salut ama approach-nya. aku juga sepakat ama pak Feri Latief soal wasiatnya Eyang Kakung Robert Capa. "If your picture is not good enough, then you're not close enough". Mungkin bisa jadi pertimbangan mas Dono pada saat eksekusi nanti. Okay? Good work!
5 TU buat mas Sadono ...
Wah, bisa jadi buku kumpulan fotografi tuh ...
Salut dengan pendekatannya mas.. Mungkin ada baiknya ditaruh di forum yang lebih besar..
makasih mas,.. semoga masih ada dari kita yang peduli.... (ajak2 dong klo hunting ke tempat-tempat gini lagi... salam ...)
ditunggu lanjutannya mas Don..
speechless liat foto2nya..salut sama usahanya!
mantap pak ...
thanks pak for share
Makasih bagi-bagi pengalamannya...kapan-kapan mau juga ahh..maen ke sana
Saya kagum sekali atas keberaniannya...kebayang masuk kesitu dan salah2 bisa dipalak...
Foto2 yang dihasilkan pun mantap walau baru survey...
Sekalo lagi salut dan seribu hormat mas...
salam,
satriyo
Great job mas... bercerita, berjiwa semua hasilnya.
ajak2 dong kalo hunting, pengen banget nih buat potret sosial juga, cuman males aja kalo jalan sendiri ke tempat-tempat gitu heee...
salam
bagus mas crita yg di fotonya..inspiratif bgt!
suasana fotonya keren. menyentuh. secara tidak langsung saya dapat melihat sisi lain kehodupan Indonesia yang sebenarnya jauh tertinggal, namun tertutup oleh segelintir orang yang memiliki harta berlimpah. Plok-plok-plok
Mengesankan sekali, hasil photonya sangat kelihatan wajar, expresinya..... bukan main
Asyik ngliatin foto2 anda... Salam!