[ The Fat Man ] 


Hak cipta karya foto ada pada fotografer dan dilindungi oleh undang-undang.

Info

 Alfend Elias (19848)

The Fat Man Atomic Bomb ( Nagasaki ).
rnThe Little Boy Atomic Bomb ( Hiroshima ).
rn
rnrnHari itu, tanggal 9 Agustus 2007, Merupakan moment yang tepat, untuk mempublikasikan tulisan saya. Tulisan yang sedikit bercerita sebuah kota Nagasaki , Japan . Mendengar kata Nagasaki , umumnya pikiran kita langsung menuju ke sejarah 62 tahun lalu, dimana sebuah kota yang luluh lantah oleh atomic bom.
rn
rnMungkin kita semua, ketika mendengar kota Nagasaki , langsung pula kita teringat Kota Hiroshima, ya memang ke dua kota inilah yang pernah di jatuhi Atomic Bomb. Hiroshima adalah kota pertama yang di jatuhi Atomic Bomb, tepatnya 6 Agustus 1945, Pukul 8.15 pagi ( Waktu Japan ). Lalu 9 Agustus 1945 , Pukul 11.02 Atomic Bomb lagi di jatuhkan di Nagasaki . Kalau di Hiroshima Atomic Bomb dinamakan The Little Boy, di Nagasaki dinamakan THE FAT MAN..
rn
rnSaat The Little Boy dijatuhkan di Hiroshima, jiwa meninggal saat itu diperkirakan lebih dari 60.000 jiwa, dibandingkan saat The Fat Man dijatuhkan di Nagasaki, diperkirakan 73.334 jiwa meninggal. Ini berarti The Fat Man memakan l3.334 jiwa lebih banyak dari pada The Little Boy. Perhitungan jumlah jiwa yang meninggal tersebut terus bertambah, buktinya adalah dibangunnya sebuah Prasasti Hypocenter
rnAtomic Bomb, Tahun lalu ( 9 Agustus 2006 ) di Nagasaki . Di prasasti tersebut ditulis 140,144 jiwa meninggal.
rn
rn
rnBaru tanggal 7 Agustus 2007 saya melakukan one day trip ke Nagasaki , Walaupun berat rasanya untuk bepergian saat itu, dengan alasan, udara saat itu sangat panas luar biasa , lokasi Nagasaki lumayan cukup jauh dan juga rencana untuk menghemat , tapi apa daya hati dan jiwa saya berteriak untuk segera ke Nagasaki pagi itu juga, dan juga sempat terlintas pikiran “Hiroshima tidak lengkap tanpa adanya Nagasaki “ Tahun lalu, 2006 saya telah melakukan trip ke Hiroshima, Jadi kalau saat ini tidak ke Nagasaki, rasanya kurang pas. Kalau waktu ke Hiroshima saya harus bertolak ke utara maka untuk ke Nagasaki saya harus bertolak ke selatan. Hiroshima dan Nagasaki letaknya di 2 pulau yang berbeda, Hiroshima di Pulau Honsyu, Nagasaki ada di Pulau Kyushu . Keputusan akhirnya untuk langsung bertolak ke selatan segera ku lakukan, berbekal 2 kamera ( Digital Pocket dan Single Lens Reflex ), tripod, pencil,notes, hand book dan uang secukupnya aku siap bertolak ke selatan. Setelah tiba di Nagasaki, tempat yang saya tuju adalah Shinci China Town, untuk lunch time, dari sana langsung menuju Oura Catholik Church sebuah Gereja Katolik Tua, yang berlokasi di 5-3 Minami Yamate Machi. Gereja Oura ini sudah di jadikan sebagai museum, jadi tidak lagi berfungsi sebagai gereja pada umumnya, untuk masuk ke sana, saya harus membayar 300 Yen, yang membuat perasaan tidak enak, jengkel, mual yaitu bukan waktu harus membayar, melainkan waktu membaca tulisan “ NO PHOTOGRAPH “, dan didalam gereja tersebut ada seseorang photographer prof ( yang mungkin punya licence), sedang asik mengambil beberapa foto. Timbul pikiran nakal untuk mengambil beberapa foto didalam gereja tersebut dengan senjata rahasia, yaitu digital pocket ku, ditambah semboyan : “ Leave Nothing But Footprint, Kill Nothing But Time, Take Nothing But Photograph “, akhirnya beberapa foto bisa aku abadikan. Dibalik itu semua, ada cerita bahwa Kekristenan masuk pertama kali ke Japan pertama kali lewat Nagasaki . Karena Nagasaki ada Kota Pelabuhan, Gate dimana kebudayaan-kebudayaan asing masuk. Maka tidka heran bila di Nagasaki , banyak bangunan yang bergaya Europe .
rn20 Menit merasa cukup di Oura Catholik Church, lalu lokasi selanjutnya adalah ke Golver Garden, lokasinya disebelah kanan dari Oura Catholik Church., Untuk bisa melihat sebuah taman yang indah, harus mebayar biaya masuk sebesar 600 yen . Di Puncak Golver Garden bisa kita lihat dan masuki, rumah bekas kediaman Thomas Blake Glover, seorang Scotlandia, yang berperan besar dalam modernisasi di Japan. Dari Taman tersebut kita bisa melihat pemandangan kota dan juga pelabuhan Nagasaki, Indah sekali kalau kita lihat pemandangan pada waktu malam hari. Waktu sudah menunjukan 15 : 34, Lokasi jatuhnya Atomic Bomb Nagasaki belum dikunjungi , kaki ini langsung menuju ke stasiun street car terdekat untuk menuju kesana. Ada 3 tempat wajib di kunjungi yaitu : Peace statue, Atomic Bomb Hypocenter dan Genbaku Museum ( atomic bomb memorial museum ).
rn
rnDisana saya melihat langsung baik itu berupa patung atau prasasti di sekitar daerah Atomic Bomb Hypocenter dan Atomic Bomb Nagasaki, dan juga benda-benda sejarah di Genbakukinen Museum ( atomic bomb memorial museum ) yang menceritakan kejadian tragis 62 tahun silam . Dengan membayar 200 Yen untuk tiket masuk, maka saya bisa menyaksikan sebuah museum yang tata desain interiornya luar biasa, dari lighting, tata letak , hingga penggunaan media technology ( Ruang Cinema, Games, LCD dan lain2nya ) sebagai alat bantu yang baik .
rn
rnDi lorong pertama dari museum tersebut, saya melihat sebuah jam dinding tua yang sudah tidak berfungsi, dan jarum jam tersebut tepat berhenti di waktu 11:02, saat itulah saat dimana Atomic Bomb “The Fat Man” melahap Nagasaki . Dan masih banyak barang-barang peninggalan yang menarik lainnya, seperti : rosario , salib, jaket, dan sebagainya.
rn
rnDi Lorong terakhir, saya sempat kaget, karena disana ditulis kesaksian dari Fujio Tsujinomoto, seorang anak kecil, yang selamat dari peristiwa yang mengerikan saat itu. Saya tau nama Fujio Tsujinomo, ketika saya mendapatkan buku Testimonies of the Children of Nagasaki dari sebuah International Foundation beberapa tahun yang lalu.Saya tidak lupakan kisah hidupnya yang tragis. Ya itulah dia Fujio Tsujinomoto.
rn
rnTerkesan dengan buku tersebut, maka dari itu ingin sekali saya share sebagian isi dari buku ini kesemua teman, sahabat, keluarga dan semua orang-orang yang mencintai kedamaian. Peace for All.
rn
rnTestimonies of the Children of Nagasaki
rnTranlate By Alfend EliasChapter 1 .
rn
rnSaya kali ini mencoba menterjemahkan sebuah buku
rnTitle : “ Living Beneath The Atomic Cloud
rn(Kinoko Gumo No Shita Ni Ikiteimasu) ”
rnPenerbit : Nagasaki Appeal Committee.
rnPresident : Dr. Tatsuichiro Akizuki.
rnVice President : Dr. Riichi Kido dan Mrs. Chie Tayoshi.
rnDirector General : Mr. Tayori Sakaguchi.
rnAssistant Director: Mrs. Hiroko Takahara.
rnConnection : Mr. Masahito Hirose, 5 – 4 Wakahito Machi, Nagasaki , Japan .
rnTel .( 0958 ) 48 – 5415.
rn
rn Buku ini berisi adalah kumpulan kesaksian dari 37 anak kecil, yang berumur 11 – 4 tahun setelah Bom Nagasaki 9 Agustus 1945. Keseluruhan kesaksian tersebut lalu di tulis tanpa adanya proses pengeditan yang signifikan oleh team penulis dan saya penterjemahkan ke bahasa Indonesia , ini bisa kita lihat nanti, dari alur cerita yang tidak begitu tersistematis dengan sempurna, sebagaimana umumnya anak kecil yang bercerita.
rn
rnDari ke 37 anak tersebut saya mencoba menterjemahkan beberapa kisah dari mereka,pada chapter 1 ini, saya akan menterjemahkan kesaksian dari, Fujio Tsujimoto ( umur 5 Tahun ), Berikut kesaksiannya :
rn
rnKetika Bom Atom telah Jatuh, waktu itu saya berada di tempat perlindungan serangan udara. Tempat itu adalah sebuah lorong pengalian sampai Jurang di pojok dari Taman bermain Sekolah dasar Yamazato.
rnDan untungnya saya tidak terluka. Dan waktu itu saya berpikir yang hidup hanya 3 orang saja, yaitu Saya, Nenek dan Naoshi Tagawa. Dan yang lainnya sudah meninggal.
rn
rnSaya ingat waktu alarm serangan udara berbunyi, orang dewasa dan anak2 di Ueno Machi ( Kota Ueno ) semuanya bersembunyi di tempat perlindungan seperti biasanya. Seorang pimpinan penjaga sipil dan sebuah pusat penolongan ada di gedung sekolah, dan disana banyak penjaga , dokter dan orang-orang lainnya. Dan para guru juga berada disana, semuanya bekerja.
rn
rnKetika tidak ada pesawat berterbangan, kelihatannya semuanya aman. lalu semua orang meninggalkan dan keluar dari tempat perlindungan tersebut. Anak-anak bermain kembali dan berteriak, semuanya di taman bermain. Semuanya sudah aman, dan para guru pergi keluar untuk santai. Taman bermain hidup kembali dengan terdengarnya suara dari orang-orang. Lalu aku mendengar suara dengung sebuah pesawat. Semua orang di taman bermain itu tdk mendengar suara pesawat tersebut , karena suasana waktu itu sangat berisik oleh suara-suara dari mereka dan mereka tidak dapat melihatnya. Aku langsung menarik nenek dan berlari ke arah tempat perlindungan.
rn
rn\" pesawat musuh \" !!! Teriak seorang pengintai dari atap gedung sekolahan. Lalu ia memukul bell.
rn
rn\" Lihat..lihat \" Teriak si pengintai. Semua orang langsung berlari ke tempat perlindungan. Saya waktu itu adalah orang pertama yang masuk dan berada di tempat terdalam dari tempat perlindungan. Lalu tiba-tiba ...Sebuah Cahaya Kilat terlihat. Saat itu pun aku terpukul dari arah berlawanan dinding oleh karena kekuatan ledakan tersebut.
rn
rnSetelah beberapa saat aku menegok ke luar dari tempat perlindungan dan saya menemukan orang-orang bertebaran di seluruh sisi taman bermain. Tanah hampir tertutup sepenuhnya dengan badan-badan manusia. Hampir kelihatan seluruhnya sudah mati dan terbaring.
rnDisini dan disana, dan di beberapa tempat bertebaran kaki - kaki dan lengan - lengan mereka. Beberapa orang dari mereka itu berusaha merangkak masuk sampai ke dalam tempat perlindungan. Saat itu orang banyak kesakitan. Keseluruhan kota sekitar sekolahan dikelilingi api. Rumah ku juga terbakar dengan ganas.
rn
rnKakak Laki-laki dan perempuan pada waktu itu tidak sempat lari ke tempat perlindungan, Jadi mereka ikut terbakar. Mengambil Rosario, Nenek lalu keluar dan mulai berdoa. Saya hanya duduk di depan rumah yang telah hancur dan menunggu papa dan mama.
rn
rnSatu setengah jam kemudian, mama akhirnya muncul dengan lumuran darah di badannya. Sebelum saat Bom dijatuhkan saya ingat mama sedang membuat makan siang. Saya tidak akan lupa bagaimana senangnya ketika saya memegang erat mama. Kita menunggu dan menunggu kedatangan papa. Papa meninggalkan rumah pagi hari untuk bergabung menjadi anggota penolong sipil.
rn
rnWalaupun ada yang masih hidup, tapi satu persatu semuanya mati dengan kesakitan. Adik Perempuan ku meninggal esok harinya. Mama juga meninggal setelah adik perempuan meninggal 1 hari kemudian. Dan akhirnya satu orang kakak laki-laki ku juga meninggal. Saya berpikir, mungkin saya juga akan meninggal, karena saya melihat banyak orang rebah menumpuk satu dengan lainnya disekitar ku di dalam tempat perlidungan dimana mereka meninggal satu persatu.
rn
rnTapi karena saya dan nenek berada di tempat terdalam di tempat perlindungan, kita rupanya tidak terkena radiasi, sampai akhirnya kita selamat. Mulai hari itu, saya dan nenek mulai melihat dan cek wajah dari jenazah-jenazah, untuk mencari papa. Kita tidak tahu apakah dia masih hidup atau mati terbakar, papa tidak kita ketemukan.
rn
rnOrang-orang berhasil selamat membuat tumbukan kayu di taman bermain dan mulai menkremasi jenazah-jenazah yang ada. Jenazah kakak ku juga dikremasi. Mama juga di kremasi dan dagingnya cepat hilang berganti tulang putih, dan akhirnya tulang itu jatuh kebawah menjadi bara. Saya menangis melihat kejadian itu. Nenek juga melihat itu, dan berdoa dengan rosario .
rn
rnNenek berkata, kita akan bertemu mama di Surga. Nenek berkata, mungkin dia dulu yang akan segera ke sorga, karena saya masih kecil, dan tidak dapat melihat mama di sorga untuk waktu yang lama beberapa tahun kedepan. Maupun bermain dengan kakak laki-laki dan bicara dengan kakak perempuan ku.
rn
rnSaya sekarang ada duduk di klas 4 Sekolah Dasar. Pengalaman buruk di Taman bermain itu dan sekarang semuanya sudah selesai dan banyak teman bermain dengan senang. Mereka tidak tau begitu banyak anak-anak terbunuh dan di kremasi di tempat mereka bermain itu.
rn
rnSaya juga bermain dengan teman-teman tapi kadang-kadang saya tiba-tiba mengingat hari mengerikan saat itu. Ketika bermain dan ketika saya jongkok dibawah titik dimana mama dikremasi, saya sentuh tanah ditempat itu dengan jari-jari saya. Ketika saya gali tanah sedikit lebih dalam dengan sebatang bambu, sebagian arang muncul disana. Saya melihat buram-buram gambar mama di dalam sana . Jadi ketika saya melihat seseorang yang lain, berjalan di atas tempat itu , membuat aku sangat marah.
rn Kapan saja saya keluar, untuk bermain ke taman bermain itu , saya mengingat hari itu. Tanah tersebut sangat tersayang bagi saya, tapi diwaktu yang sama itu membuat saya sangat sedih.
rnSaya akan ada di sekolah ini untuk 4 atau 5 tahun lagi, saya takjub jika saya merasakan seperti ini, setiap waktu ketika saya dating.
rn
rnNenek dan saya telah membakar tulang-tulang mama, kakak laki-laki dan saudara-saudara perempuan saya setelah pemakaman mereka. Disebuah makam, kami tancapkan sebuah salib untuk papa, tapi dia tidak berada disana.
rn
rnPapa, papa , dimana kamu ? Dimana kamu tinggal ? kamu meninggalkan kegembiraan pagi itu., dan saat itu terakhir kami melihat mu.
rn
rnSekarang saya tinggal dengan nenek, disebuah gubuk , diatas reruntuhan. Meskipun nenek sudah berumur 60 tahun lebih, dia harus bekerja untuk hidup kami. Dia selalu pergi turun ke sungai Urakami, untuk mencabut kerang, dan pulang ke gubuk pada malam hari dan merendam semua kerang yang di dapat. Kita dapat hidup dari menjual kerang-kerang tersebut.
rn
rnKita gunakan juga untuk toko kita, dan menjual kecap asin, garam, miso ( Miso adalah biji-bjian dari sayur-sayuran , di mix lalu dijadikan bahan dasar untuk membuat soup , di Japan terkenal dengan miso soup), permen dan mainan-mainan. Papa dulu punya keahlihan yang baik di pengeboran, dan menghasilkan banyak uang. Kita gunakan untuk mengunakan pakaian bagus.
rn
rnBiarkan saya kembali ke masa lalu sekali lagi…oh saya mau mama dan papa….saya mau kakak laki-laki, dan saudara-saudara perempuan saya. Jika mereka hidup !!!! kita dapat hidup di rumah yang tidak bocor. Dan nenek tidak harus bekerja keras…saya dapat belajar banyak yang saya mau, saya tidak menginginkan peperangan.
rn
rnNenek selalu ke gereja setiap pagi untuk mendengarkan firman. Dia selalu berdoa dengan sebuah rosario , dan berkata kepada ku :
rn“ Semuanya adalah kehendak-Nya, Semuanya adalah Baik “.
rn
rnSaya berharap saya punya hati murni seperti Nenek.
rn
rn----The end------
rn
rn
rnAlfend Elias.

  • Nilai foto: 107
  • Dilihat: 270
  • Waktu upload: Selasa, 28 Aug 2007
  • Lokasi: Genbaku Museum, Japan
Kategori
Still Life
Shooting Data
  • Aperture: A
  • Speed: n/a
  • ISO: 0
  • Kamera: Canon Powershot A410 *
  • Lensa: Canon Built-in / Standard *
  • * Masih menggunakan daftar alat lama yang mungkin tidak akurat.
Kritik dan Komentar
 Rahmat Mulyono (73890)

17 tahun yang lalu

om Alfend bisa ajah ;-) ..............

 Andreas Kosasih (71136)

18 tahun yang lalu

Sayang ekor bombnya terpotong,great story behind the picture....salam.

 Nyoman Bayu Yudianala (306179)

18 tahun yang lalu

bravo .... !! membuatku menangis ... :(

 Agus Widjaja (10612)

18 tahun yang lalu

KOmplit.plit cerita narasinya, sangat berarti infonya.....sulit ngebayangi kejadian pada saat itu efek dari ledakan bom yang menimbulkan banyak sekali korban jiwa...sungguh tragis....salam hangat.

 JR Pahlano Daud (65237)

18 tahun yang lalu

no photos sebenarnya disini..... ur break the rule !

 Ricky Wijaya (26343)

18 tahun yang lalu

iya neh great story......untung mod mengijinkan neh kolum keterangannya more than 250 letters...kalo gak boleh bete jg neh gak bisa denger cerita pak alfend

 Aep Supriadi (47868)

18 tahun yang lalu

boleh moto didalem? awas ketangkap basah lo...., saya aja yang berkali-kali (udah ga keitung lo berapa kali) ke musieum ini...belum pernah moto...karena udah diperingatkan..atau udah nanya boleh ga moto....n satsuei kinshi ....dilarang moto...n keterangan nya panjaaaaaaaaaang banget....

 Danny Rusly (32301)

18 tahun yang lalu

pengalaman perjalanan seru...sp lupa sama foto nya juga unik...salam

 Sugoro Lisinski (26515)

18 tahun yang lalu

Dahsyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaat liputannya bang..............., thanks for sharing.

 Happy Murakami (75768)

18 tahun yang lalu

ampun keterangannya...jurnalistik abiesssssssss....bagus neh...asyikkkk fotonya ^o^v

 Hendrawan P (16064)

18 tahun yang lalu

wow.. ceritanya 5TU.... tapi karena di FN jadi 3TU aja ^_^

 Yap Siauw Soen Gie (83292)

18 tahun yang lalu

nice memorial capture fend... salam

 Wredy Septiady (74709)

18 tahun yang lalu

wow bikin hatiku tersentuh bro.... tak bisa berkata2 lagi

 Benyamin Lakitan (104870)

18 tahun yang lalu

jadi tahu sekarang bentuk barangnya .............. thanks for sharing the picture and the story .............

 Midzon Johannis (59418)

18 tahun yang lalu

Rajin banget nih Alfend..sudah sharing foto, sharing juga cerita....jadinya lkebih berisi gambar ini. Very nice... and siiip.

 Abdul Azhim (22458)

18 tahun yang lalu

gak tajem fend, tp klo emg gak bawa tripod & di dalam ruangan ya emg gini jadinya... ummmm, gitu liat gambar ini, langsung inget bom atom yg dijatuhkan di nagasaki-hiroshima... setelah baca tulisanmu yg panjang lebar, lebih jelas gambaran cerita di kepalaku... fend, gimanapun juga 3TU buat sebuah nilai history yg kamu angkat di fotomu ini... :)

 Arifin Koh (36985)

18 tahun yang lalu

sangat menyentuh bgt cerita anak kecil Fujio Tsujinomoto, yg menjadi saksi hidup sejarah kelam perang dunia 2 dulu...the litle boy aja sdh semakin parah rusaknya, apalagi efek rusak dari the fat man...thks for sharing, om Alfend...this remind us of how expensive world peace is...God Bless us all, cheers.

 Al Juniarsyam (116647)

18 tahun yang lalu

WOW narasinya sungguh menyentuh hatiku nih bro ! mantap bomnya nih... lighting dipadu fokusing yang menarik !

 H Salim N (66331)

18 tahun yang lalu

narasinya ok banget, jadi terhanyut mengenang sejarah.....otsukaresamadeshita..domo arigato gozaimaze

 Fu Yung (158609)

18 tahun yang lalu

narasinya lengkap banget deh fend .... flashnya kerasa tuh pantulannya .. salam

Patar Daniel (2828)

18 tahun yang lalu

ceritanya sangat bagus.Salam

 Made Dwitiyara IB (13189)

18 tahun yang lalu

3TU for the story, sayang sekali foto seperti ini kurang suka dilihat di FN.....padahal unsur jurnalistik dan sejarahnya kental banget...FN please dech......imho....heeheheheh

 Putra Djohan (12182)

18 tahun yang lalu

kurang tajam untuk ukuran foto dokumentasi

 Farid J Gaffar (26669)

18 tahun yang lalu

great story behind the pics..