Di balik pembatas 


Hak cipta karya foto ada pada fotografer dan dilindungi oleh undang-undang.

Info

 Roy Pohan (4398)

Saat Hamza Haz kampanye di Lapangan Merdeka Medan.Anak ini merupakan salah satu dari sekian ribu anak yang berkampanye bersama orang tuanya.Sebenernya ekspresi anak lebih agresif lagi dari ini,karena badannya kegencet pagar pembatas.Karena dia tau mau saya potret,dia jadi berubah...rnHehehehe...Mohon kritiknya yaaa....?

Kategori
Jurnalistik
Shooting Data
  • Aperture: f/3.5
  • Speed: A
  • ISO: 0
  • Kamera: Nikon D1 *
  • Lensa: Nikon nikon *
  • * Masih menggunakan daftar alat lama yang mungkin tidak akurat.
Kritik dan Komentar
Eleena Oktavian (1448)

19 tahun yang lalu

Mantab sekali Bung Pohan. Ekspresi dan komposisi top!

Fahreza Pohan (19)

20 tahun yang lalu

Ratapan anak ini sedih bgt yaa...? Fotonya keren..

M Nur Akhdiat, Adi (2059)

20 tahun yang lalu

nice shoot.... dan bercerita

 Sihol HS (4680)

20 tahun yang lalu

asik banget oom..

Hamzirwan (740)

20 tahun yang lalu

bagus bagus bagus. tatapan kosongnya itu lho, menggambarkan.... ekspresif.

 danu k (5433)

20 tahun yang lalu

framingnya mantap......... ekspresi nya ketangkap.......!!!!!

Ariful Amir (1791)

20 tahun yang lalu

foto yang bagus. Saat masa kampanye sasja anak-anak tergencet, apalagi bila mereka yang berkampanye telah berkuasa, bagaimana nasib anak-anak tersebut?

 Suryo Wibowo (25088)

20 tahun yang lalu

gileee...bagus banget mas Roy...

 Aryono Huboyo DJATI (127032)

20 tahun yang lalu

Ekspresi bagus. Tonality BW nya bagus sekali.

 Reynold Sumayku (3205)

20 tahun yang lalu

bagus mas.. sebelah mata si anak itu terasa "dalam". komposisinya oke.

 D. Jukatri (17352)

20 tahun yang lalu

ekspresi sibocah yg ketangkep menyentuh.., gimana klo yg kiri dikrop dikit..,atau close up aja mukanya...*_*.

 Kemal Manan (3710)

20 tahun yang lalu

...just great shot! jeli sekali

Dinda Jouhana (102)

20 tahun yang lalu

ini aku suka cuy... mukanya sedih gitu... tapi kalo ko sabar nunggu dikit, pasti ketangkep lebih mantap ekspresinya. kali ini 3 tu lah!

 Goenadi Haryanto (69924)

20 tahun yang lalu

Bagaimana kalau usul judulnya: Generasi terkungkung. Rada filosofis, tetapi ekspresi satu mata itu, sungguh memelas.