High Speed Synchro pada DSLR Pentax

Oleh:  Adhi Darmawan (4622)    16 tahun yang lalu

  0 

Dengan niat untuk berbagi, maka saya tergerak untuk menulis thread ini, terima kasih om Budi Kanarek atas pencerahannya, dan mohon koreksi apabila ada kesalahan, atau rekan yang lain mau menambahkan atau bahkan memberikan contoh foto dengan fitur HSS ini.

Untuk sementara saya akan membahas tentang prinsip kerjanya.

Shutter box kamera berisikan 2 set bilah-bilah shutter yang akan kita sebut S1 dan S2
posisi S1 default tertutup / menutup bidang sensor, shutter ini dapat di intip jika kita buka mount dan angkat mirror
S2 berada tepat dibelakang S1 dengan posisi default terbuka (terlipat, tersembunyi)

nah pada saat tombol shutter ditekan, S1 akan terbuka dengan arah vertikal ~vertical run shuuter~ ke arah bawah sampi terbuka penuh, disusul dengan menutupnya S2 dengan kecepatan yang sama. pada kondisi ini tepat waktu S1 terbuka penuh S2 langsung menutup, ini disebut synchro speed, di Pentax DSLR yang baru 1/180 detik, pentax lama 1/150 detik

dimana posisi shutter saat flash menyala? posisi shutter pada S1 terbuka sempurna, dan S2 belum menutup, jadi sensor / film akan terekspose sempurna oleh pantulan cahaya flash

bagaimana dengan slow speed? kurang dari 1/180 detik?

Prinsipnya hampir sama, hanya terdapat delay antara S1 yang terbuka sempurna dan S2 menutup.
contoh sederhana untuk shutter 1/90 : S1 terbuka sampai pada full open, S2 akan menunggu 1/180 detik lagi sebelum menutup.
demikian juga untuk speed 1 detik sekalipun, saat S1 full open, S2 akan menunggu beberapa saat ( 1 - 1/180 detik) sebelum bergerak menutup.

nah peranan waktu flash menyala menjadikan fitur front synchro (flash menyala saat S1 terbuka sempurna) dan rear / slow synchro (flash menyala saat S2 akan menutup)
efeknya tidak perlu dibahas yah...

Back to HSS
bagaimana prinsip kerja shutter dengan kecepatan diatas synchro speed ?

simulasikan speed 2x synchro (di pentax 1/320)

saat tombol ditekan, S1 akan bergerak membuka. nah disini perbedaannya, S2 akan akan bergerak menutup tepat saat posisi S1 berapa setengah jalan, jadi area sensor yang terekspose adalah 1/2 bagian.

begitu pula dengan 4x synchro speed ( 1/640 )
saat S1 dalam proses membuka 1/4 bagian, S2 sudah mengejar untuk menutup.
kalau dianalogikan, sensor akan terekspose seperti scanner.

nah peranan HSS bermain disini. saat sebuah kamera dan flash yang tidak support HSS, hasil foto akan separo belang karena flash akan menyala saat sensor tidak terbuka penuh. jadi area sensor yang terekspose hanya sebagian terkena flash.

HSS pada body Pentax, dapat mencapai kecepatan maksimun 1/4000 detik dengan flash.. bagaimana caranya?

yang pertama tentu saja alat dulu yang bicara, hampir semua body DSLR pentax bisa digunakan untuk HSS dengan flash onshoe, untuk wireless HSS hanya bisa dilakukan body tua Pentax *istD, yang bisa mengunakan flash FGZ dengan mode HSS wireless... wow,
yang membuat perbedaan adalah tipe flashnya, untuk pentax diberi kode dengan 'G' misalnya AF 360 FGZ dan AF 540 FGZ

coba kita simulasikan

set speed pada 1/2500 detik HSS mode ON onshoe
saat S1 bergerak membuka, S2 akan bergerak menutup saat sensor terekspose sebesar 1/16 luas areanya
nah peranan si FGZ ini akan memberikan tembakan flash dengan kecepatan tinggi dan repeated (berulang ulang) atau dengan bahasa lain flash akan menjadi strobo dengan kecepatan sangat tinggi tepat saat S1 mulai membuka, sampai dengan S2 selesai menutup, jadi sensor akan terekspose sebesar 1/16 bagian dan berulang ulang banyak sekali.

kira kira begitu... trus apa gunanya?
(tentu banyak pertanyaan seperti ini yang terlontar setelah saya 'masturbasi' dengan membahas prinsip kerja HSS ini)

kegunaan HSS ini setahu saya untuk keperluan High Speed Photography, yang memerlukan kecepatan ekstrim, yang tidak bisa didapat dengan kecepatan synchro speed 1/180 detik, misalnya kaca pecah, ledakan mercon, atau bahkan saat peluru keluar dari laras senapan mungkin? ;))

kegunaan lain adalah untuk fill saat pemotretan back light dengan susana yang terang sekali, tapi tetap ingin mempertahankan DOF sempit

misalnya saat memotret model, potraiture, siang hari, dapat speed 1/2500, f2,8...kondisi backlight sehingga muka kena area shadow
jika kita nyalakan flash normal, speed akan turun ke 1/180 detik, dan tentu saja aperture menjadi f 11... owww... dimana DOF ku...??? mana blur ku...??? mana selective fokus ku...???
nah peranan HSS akan sangat berguna disini.

baiklah... saya mengaku... ada sisi negatifnya:

1. harga flashnya mahal :( kira kira AF 360 FGZ 2,2 juta dengan GN36 tanpa tengok, dan AF 540 FGZ seharga sekitar 4 juta dengan 54 GN dengan tengok dan angguk.
2. untuk dipakai di HSS mode, umur lampu flash (IMHO) akan berkurang karena secara umur flash adalah dihitung berapa ribu / juta kali menyala
3. kekuatan flash akan menurun sangat jauh, misal GN 36, mungkin hanya mampu menerangi area seluas 1 meter dari flash :(

selesai :D
silahkan ditambahin, dikasi contoh, dibantah, dicerca... memang ini thread masturbasi... :D

semoga bermanfaat

Belum ada komentar